Selasa, 08 September 2009

Kegiatan FSP SOS Desa Taruna Semarang (Agst`09)

L A P O R A N AGUSTUS TH 2009:


1. Ketahanan pangan sandang papan dan lingkungan :


Sandang; Anak-anak sering mengeluh karena pakaian sering koyak dimakan tikus . Keterbatasan, tidak punya almari, rumah terbuka banyak lobang, tikus mudah masuk.

Pangan; Orang tua merasakan berat karena harga-harga yang terus naik sementara penghasilan sebagai buruh tetap kecil dan mencari pekerjaan juga sulit.

Papan; Meski warga dapat memperbaiki rumahnya, tetapi sia-sia karena pemerintah / sponsor menaikkan meninggikan lagi 50-75 cm jalan gang setapak sehingga banyak rumah tenggelam. Ada beberapa yang kami lihat perlu segera diatasi supaya dimusim hujan nanti aman masih bisa ditempati. Contoh beberapa rumah yang segera perlu diperbaiki.

- Rumah kakek-nenek Ruslan dan cucunya Davit, Eko. Air selokan masuk rumah, baunya bukan main, rumah semakin pendek, pengap, tertutup, tidak sehat. Perlu perbaikan total!

- Rumah Agus+Suripah orang tua Niken. Sempit, rendah, padat.diisi 7 orang, Tiap hari lantai tanah keluar airnya. Tidak sehat tidur diatasnya.

Problem Lingkungan; Sehabis banjir besar Pebruari jalan raya Kaligawe ditinggikan lagi, kemungkinan pada musim hujan nanti air pasti akan mengalir keperumahan penduduk.


2. Pendidikan :


- Mayoritas anak binaan yang mendapat pendampingan dan bimbingan belajar di Tambakrejo, Condrorejo dan PRP umumnya berhasil baik disekolah, ada yang berprestasi bagus disekolahnya dari tingkat SD, SMP dan SLA sungguh ini sangat membanggakan dan membahagiakan orang tua. Beberapa anak SD yang masih problem lemah kemampuan terbatas akan lebih diperhatikan khusus pada periode mendatang, misalnya dengan pedampingan satu lawan satu.

- Atas harapan usulan remaja dan para orang tua, mulai Agustus diadakan program belajar malam mulai jam 18.30 di pondok Tambakrejo khusus untuk remaja SMP keatas.

- Baru saja ada anak yang punya masalah dalam keluarga; DO atau lulus SMP tidak meneruskan, kami selesaikan melalui cara family conference keluarga, ortu dan anak-anaknya kumpul bersama dirumah dan kami ajak mencari solusi pemecahan terbaik bagi semuannya. Pertemuan sekaligus menjadi tempat sampah unek-unek dan konseling keluarga bagi kami.

- Melalui pendampingan pembinaan mental dan support dukungan konsep kemandirian masadepan tanggung jawab diri sendiri, syukur sampai saat ini mereka yang telah lulus SLA bahkan DO semua anak yang pernah di Pondok Belajar mau bekerja. Bahkan mereka yang kemarin baru saja lulus SMA atau SMK putra atau putri sudah ada empat anak yang bekerja.

-Seorang Ibu melaporkan ada tindak kekerasan pak Guru kepada anak didik tetangga, cukuplah ibu anak yang berurusan dengan sekolah sebab kalau bapaknya (preman) tahu bisa jadi masalah. Saya menjembatani melalui KepSek, guru sudah ditegur dapat sangsi janji tertulis, syukur oleh yayasan tahun ajaran ini dipindahkan ke Surakarta yang lebih dekat dengan keluarganya. Bisa dipahami bahwa guru tsb banyak beban masalah, jengkel terhadap ulah murid, keluarganya jauh bisa pulang seminggu ke Wonogiri, kemungkinan juga capek menunggu lama permohonan untuk pindah tempat sekolah belum ada formasi.

- Dengan emosi ayah anak datang kekelas menggebrak meja sambil marah-marah kepada guru lantaran murid disuruh pulang minta uang untuk membayar kebutuhan sesuatu. Permintaan guru seketika (sakdek saknyet) menyulitkan orang tua, apakah dikira dirumah selalu ada /punya uang?

Saya kembali menjembatani berbicara kepada KepSek supaya dilain kesempatan segala sesuatu yang berhubungan dengan orangtua murid, disampaikan diinformasikan lebih jelas melaui lembar surat edaran dan telah jauh hari diberikan, misal awal atau akhir tahun ajaran. Dengan demikian para orang tua tahu dan punya waktu dan kesempatan untuk mempersiapkan kebutuhan anaknya.

- Rujukan yang saya lakukan dengan pihak Yayasan Pangudi Luhur dan KepSek SD PL, akhirnya dapat disetujui anak PAUD yang makin banyak peminatnya diijinkan dipinjami memakai ruang dan fasilitas TK-nya pada sore hari setelah usai sekolah, syukur!


3. Posyandu dan program gisi anak.


Selain kegiatan rutin perhatian untuk anak-anak, melalui Posyandu dimasing-masing tempat para lansia yang kadang kurang diperhatikan/ terlupakan dimasyarakat lebih kami perhatikan.

- Program FSP untuk penambahan gizi 30-50 anak sekolah yang miskin dari siswa/i SMP Gombong. Kami ikut prihatin para suster biara satu/dua hari seminggu makan tanpa lauk. Biaya lauk dialihkan untuk menutup kekurangan biaya makan 2 kali seminggu, program bantuan gizi untuk anak-anak sekolah yang miskin. Saya sudah survey keenam wilayah desa sampai bukit dan mungkin dapat lebih luas lagi tercatat sekitar 58 keluarga 100-an anak perlu perhatian FSP.

- Terimakasih FSP kebagian sereal Nutricia Meal Time, meski dekat kedalu warso Juni/ Juli/ Agustus semua telah dibagikan kepada anak-anak dan Posyandu semua tempat. Mereka senang dan tetap berharap kapan lagi mendapatkan.


4. Bantuan usaha untuk keluarga


Diawal FSP Semarang kami pernah menemui pimpinan Bank YPD tetapi belum mendapat respon dukungan bagi warga miskin. Kini penantian lama tersebut boleh dikata akhirnya membuahkan hasil. Usaha kebangkitkan ekonomi keluarga ini dimulai dan dipelopori oleh warga paguyuban para orang tua anak FSP. Kini Bank Purba Danarta sudah mau masuk membantu warga miskin Tambakrejo. Enam bulan berjalan sudah ada enam kelompok peminjam dengan masing-masing anggotanya rata-rata 20 keluarga. Sebagai pelopornya Bu Baidi terbanyak, pegang 32 keluarga. Peminjaman saat ini maximum satu juta diangsur per-minggu + menabung dan kira-kira enam bulan lunas, setelah lancar beres baru bisa mengajukan lagi yang besar bisa pakai anggunan sertifikat rumah atau lainnya. Sementara ini setiap hari Selasa petugas datang kerumah ketua kelompok untuk bertemu dengan warga peminjam, tagihan uang pemberesan adminuistrasi.

Meskipun demikian Arisan kue/Lebaran, tabung dan pinjam tradisi dari warga setempat tetap berjalan dan hidup. Sebuah pembinaan warga dan perjuangan penantian FSP yang panjang untuk mensejahterakan keluarga binaan yang akhirnya berhasil.


5. Kegiatan


- Anak PAUD didampingi orang tua masing-masing berekreasi ketempat TK Gedangan dan dilain kesempatan rekreasi bersama lagi ke kebun binatang Mangkang Semarang.

- Dalam rangka menyongsong Hari Anak Nasional, sekitar 50 anak FSP Condrorejo ikut acara sehari Kumpul Bocah 2009 yang diselangarakan oleh Pelayanan Sosial ‘GARAM” di kompleks perumahan BSP Ngaliyan. Diikuti sekitar 700-an anak SD-SMP sekota Semarang. Tema “Berlarilah dan terus tertawa” banyak permainan banyak pentas semua anak gembira.

- SOS Day dan tutup tahun sekolah diadakan acara tumpengan oleh anak-anak FSP Condrorejo dan PRP dilokasi masing-masing. Meskipun sederhana ada beryanyi, drama kecil ditutup makan nasi kuning bersama dengan alas pincuk.

- Sambutan hangat anak dan warga kedatangan Mr Beno dan teman serta Mr Joan ke FSP Semarang,

Semarang, akhir Juli 2009

L.Kuswardana D.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar